Duh, melelahkan hari ini..
Bukan hanya cape badan dan pikiran..tapi juga capek hati nih. Hm, rugi bangeth sebenarnya dikuasai sama rasa seperti ini. Tapi memang begitu, kondisi hati sedang tidak baik. Lebih didominasi oleh rasa tak suka karena sikap dan perilaku dari seorang hamba. Menyebalkan sangat, melihat seseorang yang terlalu keras kepala, merasa paling benar, meremehkan orang lain...dan...dann...sebutan lainnya deh.
Tapi sudahlah..
Doakan saja yang terbaik, serahkan sama Allah..karena Allah Maha Tahu dan biarkan Allah yang membuat keputusan. Insya Allah aku tidak mendoakan keburukan baginya...karena Allah juga tiada akan pernah mengabulkan doa yang meminta keburukan kepada kita ataupun orang lain. Tapi juga untuk kali ini, bukan berarti aku memintakan doa kebaikan untuknya kepada Allah..hehe..jahat ya. Yah, tepatnya belum mungkin ya. Aku tahu ini salah, tidak baik. Tapi aku memang masih sebel...hm...aku terlalu dikuasai rasa tak suka nih jadinya. Setidaknya aku tidak memintakan keburukan...
dan semoga Allah benar memberikan yang terbaik (pasti !)...dan segera juga aku harus memintakan kebaikan kan ya...`??
Rabu, 21 November 2012
Kamis, 11 Oktober 2012
Penantian yang Indah
Duniaku makin ceria. Terasa indah.
Layaknya ketika berada di padang gersang, kehausan..kemudian aku
menemukan segelas minuman dingin, berenergi. Sungguh nikmat. Seperti
disaat aku berada di puncak kebimbangan, ditengah persimpangan, diambang
keraguan kemudian aku mendapat kemudahan untuk membuat keputusan berupa
pilihan. Begitu juga ketika aku menemukanmu.
Semula aku mengira kau hadir di saat
yang tak tepat. Di saat yang memang aku masih suka berkawan dengan
kesendirianku. Disaat luka di dalam hati masih terpatri. Disaat perih
ini tetap terasa tiada henti. Disaat kebencianku makin memuncak tak
bertepi. Di saat terkikisnya kepercayaanku akan arti dari sebuah
kesetiaan. Disaat menurutku, cinta hanyalah ada di negeri kahyangan. Tak
tersentuh oleh jiwa-jiwa manusia seperti aku, kau ataupun dia.
Didalam hatiku ….
Aku masih menyimpan ragu. Akankah engkau
tak sama dengan yang sebelumnya ? Kuhargai masa, hingga datangnya sang
ketika. Bukankah tiap-tiap kita berhak untuk bahagia ? Tak adil
rasanya jika kemudian aku tak memberimu indahnya asa yang berujung.
Tapi ..
Ternyata aku salah. Hadirmu mampu
ceriakan hariku. Arti cinta bagimu bukan sekedar memberi atau menerima.
Bukan sekedar halus bahasa. Bukan sekedar janji setia. Bukan sekedar
membahagiakan rasa. Bukan sekedar puisi cinta. Bukan sekedar hadiah
istimewa. Tapi diatas semua itu. Perilakumu mampu goyahkan rasaku.
Kelembutan bahasamu meluluhkan kerasnya hatiku. Kesabaranmu
meyakinkanku, bahwa tidak semua pria baik-baik itu sebatas sebaik yang
aku tahu. Kau tawarkan kedamaian di negeri penuh cinta. Kau buat aku
terpana, tidak semua pria seburuk yang aku kira. Akhlakmu memikatku.
Dan, kehadiran Bundamu sebagai bukti kesungguhanmu. Terakhir, kehadiran
keluargamu tuk meminangku adalah puncak dari kesungguhanmu. Apakah akan
berhenti sampai di sini ? Tidak. Perjalanan masih panjang, berjuta
harapan membentang. Ketika aku dan kau menjadi kita.
Cinta akan indah pada waktunya.
Mudah-mudahan Allah jaga hatiku dan hatinya untuk tidak meluapkan pendar
bahagia, indahnya asa, hati yang berbunga sebelum waktunya tiba.
Tak terasa, pernikahan kita sudah didepan mata. Maaf, aku pernah
mengabaikan hadirmu dan Bundamu. Semoga semuanya berakhir indah hingga
saatnya menutup mata. Sebagaimana kau ungkap pada Bundaku. Amiin.
Diary, 25 Mei 2006
***
# Terimakasih Cinta, atas segalanya ..hingga saat ini#
Kapan Kita ke Surga ?
Aduh,
ibu mana sih yang tidak senang, riang, gembira luar biasa, melihat
anaknya tumbuh, bertambah usia. Dan usia balita adalah usia-usia dimana
anak rasa ingin tahunya makin meningkat, semua hal ia tanyakan.
Kenapa..kenapa..kenapa...terkadang sampai kita bingung musti menjawab
apa. Seperti halnya aku, melihat anakku tumbuh hingga usia 5 tahun saat
ini, adalah keajaiban bagiku. Semuanya ajaib...!! Terkadang masih
terheran, woow...aku sudah menjadi seorang ibu, dan tak terasa usiamu 5
tahun, nak. TK Nol besar ya sayang....*_^
Jika
mengingat ke belakang, saat usianya beranjak 3 tahun hingga kemari,
banyak sekali hal-hal atau pertanyaan lucu yang terkadang aku sendiri
rada kerepotan. Seperti misalnya :
Mi, abang punya titit. Umi punya titit ga?
Mi, Allah itu dimana sih ?
Mi, Allah itu laki apa perempuan ?
Mi, Allah itu laki apa perempuan ?
Mi, Allah sama setan gedean mana ?
Mi, Abang dulu di dalem perut Umi, ya? Tapi Abang ga inget kapan masuknya..
Mi, temen Abang bilang dia mau punya adek. Kata ibunya, adeknya dibuat dari taoge. Umi bisa ga ?
Umi jahat, masa waktu nikahan Abang ditinggal, ga diajak...(saat pertamakali dia menonton video pernikahanku)Jangan nakal ya sayang, nanti Allah marah lho sama Abang.
Nah, jagoanku bilang :
Berarti Allah jahat, masa marah terus. Tapi Abang kan Batman, nanti Allah Abang tinju duluan ...!!
Hehehe...Tentunya
semua statemen diatas perlu disikapi dengan bijak, kita jawab dengan
pengarahan yang baik, bahasa anak-anak yang tentunya bisa dimengerti
olehnya. Maka mendidik anak itu benar-benar diperlukan ilmu, bukan hanya
semau-mau kita saja. Banyak ibu yang justru tidak suka ketika sang buah
hati banyak bertanya, atau parahnya lagi justru menghardik sang anak.
Bukankah kita adalah model sang anak? Apapun yang ia lihat mengenai
kita, apa yang kita ucapkan, apa yang kita lakukan, dan apapun itu,
itulah yang mereka pelajari, itulah yang akan mereka tiru dan terpatri.
Tak
berbeda saat puasa kemarin, aku sampaikan bahwa jika rajin berpuasa
nanti di sayang Allah, dapet hadiah banyak, dan masuk Surga. Menginjak
pertengahn puasa, malaikat kecilku mulai ngambeg dengan puasa setengah
harinya, dia bilang : Bu guru sama Umi bohong. Abang kan udah puasa lama, tapi kok belum ke Surga ? Umi kapan kita ke Surga ??
Rabu, 10 Oktober 2012
Jangan Seperti Emak
- Emak dan Bapak ( ailopyu-ol)
Senangnya,
hari ini sudah hari jum'at yang sama artinya sore nanti aku bisa pulang
kerumah ketemu Bapak sama Mamakku. Meskipun di kost-an banyak teman,
tetap saja aku selalu pulang kerumah seminggu sekali. Alasannya bukan
saja rumahku yang hanya mempunyai jarak tempuh kurang lebih satu jam
perjalanan, tapi juga karena uang pemberian Emak memang hanya untuk
jatah seminggu. Emak dan Bapak berjualan Bakso di pasar dan terminal,
tentu saja mereka menyisihkan pendapatan penjualannya setiap harinya
sedikit demi sedikit dan kemudian hingga Jum'at sore aku pulang dan
Senin pagi berangkat lagi kuliah dengan membawa uang simpanan Emak tadi.
Setiapkali
aku sampai dirumah, entahlah senang sekali rasanya. Mungkin karena
bertemu Emak sama Bapak, mungkin karena aku bisa tidur dikamar kecilku
dirumah, mungkin karena aku bisa bantuin Emak jualan dipasar, mungkin
karena aku akan dapat jatah uang mingguan lagi. Atau masih ada berbagai
kemungkinan yang lain. Jika aku tidak salah menerka, kulihat Emak dan
Bapak juga gembira dengan kepulanganku, mungkin karena mereka memang
kangen denganku, mungkin karena aku anak bungsunya, mungkin seminggu
adalah waktu yang cukup lama untuk menanti kehadiranku, tapi mungkin
juga aku salah menerka.
Sesampai
dirumah, kucium tangan Emak dan Bapak dan akupun mendapat hadiah ciuman
di pipi. Kemudian Emak tak pernah lupa memberikan apapun itu untukku.
Selama seminggu itupun, Emak menyisihkan buah atau makanan yang Emak
makan untukku. Tidak selalu sama. Terkadang Emak memberikanku dua buah
Salak, satu buah Jeruk, dua buah permen, selalu berlainan. Emak bilang :
tiap Emak makan, selalu ingat kamu, jadi Emak simpan untukmu. Meskipun
aku seringkali bilang, sudahlah tak perlu selalu menyimpan makanan,
menyisihkan untukku, tapi tetap saja Emak lakukan. Seringkali kudapati
buah Jeruk itu mulai keriput, bukan karena terlalu lama disimpan didalam
lemari pendingin( lemari pendingin sudah kehilangan fungsinya alias
rusak, itupun peninggalan kakakku yang sulung) tetapi Emak menyimpannya
dalam beras. Bukan pula beras yang disimpan dalam penyimpanan beras
seperti Cosmos dan sejenisnya, melainkan beras emak hanya disimpan dalam
Gentong Beras. Hm, Gentong itu masih ada ya, Mak...
Pernah
aku bertanya, kenapa Emak selalu beli buah, selalu punya makanan yang
disimpan untukku. Ternyata bukan berarti Emak membelinya setiap hari,
tapi terkadang ketika acara nyumbang di pesta pernikahan atau sunatan
sekalipun ketika ada jamuan makan disertai buah, diberi kue plus permen
yang biasanya dikemas apik dalam mika atau kotak snack, saat itulah Emak
membawanya pulang disimpan untukku. Tidak harus berlebihan begitu Mak,
aku sudah cukup bahagia punya Emak yang ketika aku sekolah dulu Emak
selalu membuatkan aku susu kemudian Emak antar kekamarku karena aku
sibuk berdandan untuk keberangkatanku ke sekolah. Tapi Emak tidak
berubah...
Emak
itu mudah menangis. Aku juga cengeng, mestinya warisan dari Emak.
Emak menangis ketika mengantarkanku ke kost untuk pertama kalinya,
ketika Senin pagi aku kembali berangkat kuliah, ketika aku menyelesaikan
studi-ku, ketika aku putus hubungan dengan teman dekatku, ketika
menjelang pernikahanku, saat pernikahanku, ketika mengantarkanku kerumah
suamiku, ketika mendengar kehamilanku, ketika aku melahirkan malaikat
kecilku, ketika aku sakit, ketika malaikat kecilku sakit, ketika
lebaran, ketika Emak shalat dipertiga malam, ketika hatinya sedikit
terluka oleh Bapak, ketika Bapak memarahiku karena kebandelanku, dan
masih banyak lagi ketika-ketika yang lain. Ajaibnya, sepertinya Emak
selalu lebih tahu rasaku juga dukaku sehingga Emak selalu lebih dahulu
menangis. Terlalu banyak tangisannya, dan sepertinya banyak tangisnya
yang tidak aku ketahui. Terlalu banyak dukanya yang sengaja Emak
sembunyikan dariku. Terlalu banyak catatan memilukan yang sedikit saja
tersampaikan untukku.
Rasaku Sekarang :
Hebatnya lagi,
Sampai
sekarangpun Emak tetap menyisihkan makanan untukku. Sehari aku tak
berkunjung, Emak pasti telpon :" Kok ga kerumah, ini Emak simpenin bumbu
urap sama Ayam Kecap ". Belum lagi petis yang dibawa Bapak sepulang
dari Jawa Timur. Masih banyak lagi yang tak mungkin aku tuliskan
semuanya disini. Pun ketika aku berkunjung membawakan buah tangan selalu
saja disisihkan beberapa untuk dibawa aku pulang kembali kerumah. Aneh.
Tapi aku sudah tidak pernah protes lagi tentang makanan yang disisihkan
untukku. Sejak Emak selalu bilang bahwa Emak selalu ingat anak. Aduh
indahnya, dan merinding disko mendengarnya. Terimakasih, Mak. Sekarang
aku tahu alasanmu. Aku mencintaimu, dan sepertinya cintaku tak cukup
mengimbangi rasa cintamu untukku.
Kata Emak dahulu :
Sudahlah,
jangan selalu tanya kenapa Emak melakukan ini dan itu untukmu, mbak-mu
dan mas-mu. Melihat kalian senang, hidup bahagia itu sudah cita-cita
Emak. Setiap Emak makan, selalu ingat kamu juga mbak dan mas-mu. Kamu
nanti akan tahu ketika kamu sudah menikah dan punya anak. Emak itu
selalu ingat anak. Kalau kamu tidak suka dengan yang Emak lakukan selama
ini, ya sudah diem aja karena Emak tidak mau berhenti. Kalau kamu tetap
tidak suka, yowes, besok kamu punya anak, jangan seperti Emak.
Kata Emak sekarang :
Jadi
isteri yang baik ya, Nduk. Isteri solehah. Jangan kasar sama anak, Emak
sakit kalau kamu kasar sama anak. Besok libur to, dolan kerumah. Mamak
sama Bapak kangen, palagi sama Anakmu. Nginep yo, Nduk.
Ekspresikan Cinta Kita !
Cinta, rapat sampe jam berapa ? Sore ya ?
Pesan singkat dari suamiku. Kebetulan rekan baikku duduk tepat disebelahku, ikut nimbrung baca sms itu. Apa komentarnya ? Wow, cinta nih yee. Hehe,
sepertinya kaget banget dia. Padahal buatku itu biasa, wajar, memang
begitu sapaan kami. Bermula dari situ, kemudian pernah tanpa bermaksud
membahas secara khusus aku dan rekan-rekan disekolah membahas masalah
itu. Satu rekan mengatakan bahwa ia tak pernah sms mesra, romantis
seperti itu. Bilang cinta, sayang...hm mungkin sudah lama tak mendengar
kata itu, sudah lupa juga kapan terkahir kali mendengar atau
mengucapkannya.
Rekan
yang lain lagi bercerita, dulu waktu baru menikah iya. Tapi seiring
berjalannya waktu, makin kemari makin hilang tak terlihat. Alasannya
macam-macam. Malu karena sudah punya anak, sudah tua bukan masanya lagi,
sudah punya cucu, gengsi memulai kembali, ga mau memulai duluan.
Macam-macam alasannya. Padahal menurutku sama saja, baik pria maupun
wanita semua suka jika dimanja, dicinta. Memang ekspresi cinta itu
macam-macam, bisa dalam perkataan maupun perbuatan. Aku mah sederhana
saja, tidak akan tahu bahwa kita mencintai jika kita tidak
mengatakannya. Buatlah pasangan hidup kita bahagia. Sms mesra, bahasa
sayang, pelukan, kecupan, usap kepala...dll...
Buatku, cinta itu adalah ekspresi. Cinta tanpa ekspresi, hambar. Ekspresi tanpa cinta, kurang ajar ( he.he..bukan ya?). Ekspresi tanpa cinta, ya...pura-pura namanya.
Maka aku terheran-heran ketika beberapa rekan kerja terkadang bercerita
bahwa ia tidak bisa bermanja-manja, bersayang-sayang ria dengan
suaminya. What ? Buat saya itu aneh banget. Bagaimana mungkin dengan
pasangan kita sendiri tapi tidak bisa manja, ungkapkan cinta ? Woow...
Ssstt, sekarang suamiku kalau balas pesanku ada embel-embel : ya, sayang. Padahal biasanya cuma satu huruf : Y. Kesel
banget kan, kita dah panjang lebar tinggi keliling luas :D ...eee..dia
cuma balas satu huruf. Hm..mending balesnya cepet, dah lama cuma segitu
doang. Dan banyak deh cerita-cerita lainnya. Artinya apa, bukan kita
mengumbar cinta, lebay, atau apalah sebutannya...tapi why not ?
Ekspresikan cinta dalam perkataan dan perbuatan.
Penggalan cerita terakhir :
Pernah
disaat nenekku (dari pihak ibu)yg tinggal di kabupaten sebelah sakit,
kemudian Ibuku harus mengunjunginya selama kurang lebih 5 hari. Otomatis
Bapak tinggal sendiri dirumah. Sambil jalan-jalan sore, aku sempatkan
berkunjung kerumah Bapak. Ibuku menelpon ke nomor Bapak, kebetulan aku
yang angkat, dan rumpi deh. Selesai itu, aku buka inbox, sent item hp Bapak. Hmm aku tersenyum simpul, bahagia.
Apa, kabar sayang..
Ayo tangi-tangi sholat malem.Kapan pulang, Yang ?
Padahal
Bapak dan Ibuku sudah tidak muda lagi. Bapak 68 tahun, ibu 58 tahun.
Yang tua aja masih bisa, kenapa yang muda kalah? Aku tetap sepakat,
cinta adalah ekspresi. Plus bumbu tiga kata mujarab : maaf, tolong, terimakasih. Yang aku sampaikan hanya sebagian kecil contoh. Bagaimanapun
juga wanita itu senang dimanja, pria senang jika merasa dibutuhkan.
Kalau bisa dibuat luar biasa, kenapa yang biasa-biasa aja ? Ayo
ekspresikan cinta kita ^_* I love all of you are...
Salam...
Langganan:
Postingan (Atom)